About me

Kamis, 26 Juni 2014

monolog



Seandainya padang pasir tidak gersang, bisa jadi oase tidak berarti apa-apa baginya. Seperti Qais yang jika Laila bukan siapa-siapa maka tidak akan tercipta seribu sajak indah untuknya. Bahkan, ia sendiripun tak pernah tahu ending kisahnya, hingga ia kini lebih dikenal dengan sebutan Majnun. Qais yang majnun. Mungkin begitu juga insan. Jika hati tak lekat-lekat menerima hikmah, ia akan terkurung. Sakit. Lantas menolak kebaikan –tersirat- bahkan tersurat sekalipun. Padahal jika sedikit saja mau memahami; tidak ada di dunia ini seorang yang jahat, hanya saja mereka belum merasakan kebaikan yang kita miliki. Mungkin semua insan bisa membuka celah hati untuk memahami satu sama lain. Memahami insan tak hayal seperti memahami diri sendiri. Tidak melakukan hal-hal yang tidak ingin kita menerimanya. Sulit. Tentu saja. Karena memahami diri sendiripun tidak mudah. Ada hasrat yang menggebu, ada pikir yang berpola, ada karakter yang menyatu. Maka kuncinya adalah membuka diri. Saling memahami. Dan saling berbagi.

Rabu, 11 Desember 2013

jika harus



Jika harus jenak itu melangkah, maka kaulah yang beranjak.
Jika harus sayap itu terengkuh, kau juga yang mengayuh.
Aku hanya ingin bersama fajar.
Menunggu biru di balik kata.

Jika harus perahu itu berlabuh, maka kaulah yang pertama
Merenda mega bersama mereka.
Aku hanya ingin mencium subuh.
Memastikan semuanya terekat

Jika suatu saat kau ragu, yakinlah
Aku hanya ingin belajar padamu
Arti kesabaran penantian
Kesabaran yang jauh lebih dulu kau tahu

Jika suatu saat kau ragu, yakinlah
Aku hanya ingin di belakangmu.
Membersamaimu dalam balut belaian putih.
Memaknai sepasang sayap dalam rengkuhan Tuhan

Jika harus berbeda, maka semuanya adalah garis Tuhan.
Aku hanya ingin terus percaya pada bait doa.
Kau juga.
Bukan?

sekat



Ada sebongkah ia.

Terjaga sekat.
Celah enggan bersama.

Aku? pun tidak.

Hanya kau dan pemiliknya.

yang tahu.




Selasa, 30 April 2013

choorchat

dicurharti mendengarkan curhatan didengarkan curhatan memahami hanya diam mendengarkan memahami sampai curhatan dipahami. senyum memahami memperhatikan curhatan dicurhati hanya mendengarkan belum memahami. diam tersenyum mendengarkan masih belum memahami. hmm..bisa ulangi lagi? haha.. stress...
ditanya solusi didengarkan belum memahami. solusi? masih diam tersenyum memahami.
Yup paham memahami. bicara sulit banyak dipikiran belum bisa bicara. solusi? masih dipikiran belum dibicarakan, diam tersenyum.
Sang pencurhat mulai bete.
masih tersenyum. haha..stress..
bisa ulangi? tambah stress..
diam tersenyum, bukan tidak memahami sangat paham hanya tertahan dibicarakan.

hmm... gimana kalo curhatnya pake bahasa indonesia aja? haha...
Sang pencurhat mengulang untuk dipahami -__-!

mendengarkan lebih berkorelasi dengan memahami
memahami akan lebih berkorelasi dengan berbicara.

mendengarkan untuk memahami lalu dibicarakan akan jauh lebih bermakna dibandingkan asal berbicara..
beda bahasa, lebih seru!!

hoho..@(*&^$$#^&^*((&*(

Jumat, 15 Maret 2013

T.A

Assalamu'alaikum...
udah setaun nih ga nulis.. (bersih-bersih blog)
hanya sekedar menyapa.. hehe.. kemaren-kemaren lagi sibuk nulis yang lain (hassyyyaaah..) nulis skripsi euy..
Alhamdulillah nulis skripsi udah selesai. sebenernya bisa sih sambil nulis skripsi nulis juga di blog, tapi.. hmmm... gaya bahasa nulis di blog suka kebawa-bawa nulis di skripsi *nah loh

waktu itu ceritanya saya mau nulis di blog tapi ga tenang keinget revisi draft skripsi belum selesai. akhirnya belum selesai nulis di blog saya langsung revisi draft deh.. besoknya waktu konsultasi ke pembimbing, beliau bilang gini.. "bahasanya ga baku banget ti, kamu kaya nulis cerita sehari-hari. ini skripsi loh, bahasanya harus ilmiah"
huwaaaaaaaaaa.... hiks hiks.. *jedotin kepala ke tembok..dalemm banget
mulai saat itu saya fokus deh nulis skripsi aja..huks!